Powered By Blogger
Powered By Blogger

Kamis, 08 Juli 2010

Angin Dan Hatiku

Angin kencang berhembus menerpa wajahku,sejuk sekali rasanya...seharusnya akan terasa.Tapi mengapa tidak mampu menyeka keringnya hatiku yang melara ini...air mata pun sudah ku jelang,berlalu pergi namun tidak ikut membayangkan semua apa yang aku ingin buang jauh dan jauh tidak usah pernah terulang kembali.Angin akan nuraninya berlalu setelah menerpa wajahku satu per satu...tapi mengapa tidak kamu bantu diriku yang kini terpaku di dalam beku ini.Hatiku tidak tahu akan berbisik apa...akan masa di depan yang penuh asa dan cita,mungkinkah aku masih punya semua kekuatan untuk menjelang indah bahagia.Namun,kenangan dibelakang selalu membayangi...sulit ku coba untuk menghindari laksana dinding berlapis gerigi dan tiada kuasa untuk aku lewati.Hati,aku tahu kau seteguh karang yang ada di laut lepas...hingga angin kencangpun tak mampu menerjang.Bantu dan bimbing aku pulang ke rumah dimana dulu aku pernah disayang...Angin,berhembuslah lagi aku ingin kau bantu sirami hati dan jiwa yang kini seakan mati...agar aku bisa kembali berdiri kembali.Jangan buat sia - sia do'a Bunda yang selalu mengiringi dengan setia di setiap langkah dan debaran jiwa...sampai akhir hayat akan menyapaku.